Polri: Ada Kesalahan Tafsir Soal Rekaman Ade-Ari

Polri: Ada Kesalahan Tafsir Soal Rekaman Ade-Ari

- detikNews
Jumat, 13 Agu 2010 15:22 WIB
Jakarta - Polemik keberadaan rekaman percakapan Ade Rahardja-Ari Muladi terus mengundang tanda tanya. Polri menilai masalah rekaman Ari-Ade hanya beda penafsiran saja.

"Ternyata ada kesalahan penafsiran. Yakni rekaman suara sementara yang kami punya data ini (CDR)," kata Wakadivhumas Polri Kombes Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (13/8/2010).

Yoga mengatakan, Polri tidak pernah berniat untuk membohongi publik. Apa yang disampaikan Polri semata-mata sesuai dengan fakta hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait dengan rekaman, mungkin soal rekaman ada perbedaan persepsi antara apa yang dimaksud pejabat Polri dengan apa yang dimaksud pihak lain. Rekaman yang dimaksud adalah CDR, ada barang itu," jelasnya.

Yoga menambahkan, CDR itu menunjukkan adanya komunikasi antara dua orang yang selama ini disebut-sebut, yakni Ari-Ade. Tapi, Yoga enggan menyebutkan nomor ponsel kedua orang tersebut.

"Ada nomor-nomor itu selalu berhubungan pada kurun waktu dan jangka waktu tertentu," imbuhnya.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi menyatakan telah menyerahkan CDR kepada pengadilan sesuai permintaan. Padahal beberapa kali Kapolri menyatakan bahwa ada rekaman percakapan antara Ade-Ari. Istilah rekaman ini yang menjadi ramai diperbincangkan. Kapolri dinilai telah membohongi publik karena selalu mengatakan ada rekaman percakapan.

(ape/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini