"Saya yakin kalau yang menyumbang bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri," kata mantan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas saat dihubungi detikcom, Jumat (13/8/2010).
Nasir menjelaskan, Ba'asyir dahulu saat masih di JI juga merupakan guru dan pemimpin baginya. Nasir menambahkan, apa yang disampaikan Ba'asyir adalah titah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapasitas dan pengaruh Ba'asyir ini, lanjut Nasir, diakui bukan hanya oleh kelompok yang ada di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Tidak heran kemudian kalau Ba'asyir mudah mendapatkan dana.
"Kelompok yang di Malaysia dan Singapura masih berkiblat kepada Ustadz Abu. Dia juga dipandang sebagai ulama," tutupnya.
Sebelumnya Achmad Michdan, pengacara Ba'asyir, menepis tudingan kliennya menjadi pengumpul dana. "Tidak benar klien saya terlibat," tandasnya saat dihubungi detikcom.
(ndr/nrl)










































