Abuelazam ditangkap terkait 20 aksi penikaman di tiga negara bagian AS dalam kurun waktu 3 bulan. Lima orang tewas dalam aksi brutalnya itu.
Menurut teman-teman dan catatan pengadilan, Abuelazam pernah menikah dua kali. Kedua pernikahan itu berakhir dengan perceraian. Setelah perceraian kedua pada tahun 2007, kehidupan Abuelazam menjadi semakin nomaden. Dia berpindah-pindah antara Loudoun County, Michigan, Florida dan Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu, 11 Agustus sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Abuelazam ditangkap di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta saat dia akan menaiki pesawat Delta Flight 152 bertujuan Tel Aviv, Israel.
Abuelazam saat ini ditahan di Georgia, menunggu diekstradisi ke Michigan untuk menghadapi tuntutan atas setidaknya salah satu aksi penikaman.
Kepolisian Michigan meyakini, pria itu telah menikam lima pria hingga tewas di daerah Flint dan menikam 9 orang lainnya. Kepolisian Leesburg menyatakan, dia telah menikam dua pria di sana dan menyerang pria lainnya dengan martil pekan lalu.
Abuelazam juga dituduh menikam seorang pria di luar gereja Toledo. Sebanyak 16 orang korbannya merupakan pria berkulit hitam.
Kepala Kepolisian Leesburg Joseph R. Price mengatakan, dirinya yakin bahwa aksi-aksi brutal tersebut bermotif rasial. "Keyakinan saya adalah dia memilih korban-korban di Leesburg berdasarkan warna kulit mereka," cetus Price seperti dilansir AFP, Jumat (13/8/2010).
Namun perbuatan Abuelazam sama sekali tak diduga oleh teman-teman pria itu. "Saya tak menyangka dia melakukan ini," ujar Paul Lozinsky (39) yang pernah bekerja bersama Abuelazam di Piedmont Behavioral Health Center di Leesburg pada awal tahun 2000-an.
"Saya tak percaya dia tipe pria yang bisa melakukan ini. Dia orang yang baik bagi saya," pungkasnya.
(ita/nrl)










































