"Menurut saya penyusupan atau infiltrasi itu masih banyak dilakukan oleh kepolisian sampai saat ini," ujar pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasetyo saat dihubungi detikcom, Jumat (13/8/2010).
Infiltrasi yang dilakukan oleh intel kepada jaringan teroris tersebut, menurut Mardigu memang sebuah strategi yang dilakukan untuk melumpuhkan jaringan teroris sebelum mereka melakukan aksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Mardigu enggan menjelaskan berapa anggota intel yang saat ini menyusup ke jaringan teroris yang ada di Indonesia.
"Saya tahu cara kerja mereka, dimana saja mereka berada, tapi saya tidak bisa memberitahu. Aman tidaknya negara ini tergantung pada intel yang disusupkan tersebut," tutupnya
(her/van)











































