"Bukan ormas yang baik kalau malah menghancurkan masyarakat lainnya. Bukan ormas
yang baik kalau membangun ketakutan orang lain. Kehadiran ormas seharusnya orang senang, bukan malah menakutkan," kata Kasat Pol PP DKI Jakarta Effendi Annas.
Pernyataan tersebut disampaikannya di Kantor Satpol PP DKI Jakarta, Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah bertentangan dengan eksistensi ormas itu sendiri. Apalagi ormas Islam. Dambaan saya, ormas Islam itu harus Islami," tuturnya.
Effendi menegaskan, dalam Ramadan kali ini tidak ada ormas yang diikutsertakan dalam pengawasan tempat hiburan.
"Tidak ada pengertian partnership dengan ormas dalam rangka bersama-sama menertibkan, tapi partisipatif dalam rangka memberikan masukan pengawasan fasilitas hiburan, kita buka pintu," tutur Effendi.
Menurutnya, era reformasi sekarang menempatkan gubernur bukan sebagai pembina
ormas. Hal ini berbeda dengan Orde Baru yang menjadikan gubernur sebagai pembina
politik dalam ormas.
"Jika gubernur membina, akan dituduh memanfaatkan ormas untuk dirinya. Pembina politik ormas adalah ormas itu sendiri. Jadi, gubenur tidak bisa masuk ke dalam ormas secara intensif," jelas mantan Wali Kota Jakarta Selatan ini.
(ahy/fay)











































