Hal itu disampaikan figur senior oposisi Iran, Mehdi Karroubi. Dikatakannya, kebijakan pemerintah AS dan Inggris yang diadopsi untuk memerangi program nuklir Iran merupakan kontra-produktif.
"Pada satu sisi, kesalahan penanganan pemerintah terhadap ekonomi telah mengakibatkan resesi mendalam dan meningkatkan inflasi dalam negeri... Di sisi lain, kami mendapat sanksi-sanksi yang hanya memperkuat pemerintahan ilegal ini," cetus Karroubi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah sanksi-sanksi mendatangkan demokrasi bagi rakyat mereka? Itu justru membuat mereka lebih terisolasi dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menindak oposisi mereka tanpa mempedulikan soal perhatian internasional," tandas Karroubi.
Dijelaskan Karroubi, rezim terdahulu Iran, shah memperlakukan lawan-lawan politik mereka tidak begitu keras dibandingkan pemerintahan Iran sekarang. Sebabnya, rezim shah sensitif akan kritikan internasional.
"Tapi karena Iran sekarang semakin terisolasi, mereka (pemerintahan Ahmadinejad) semakin dan semakin tak peduli pada apa yang dipikirkan dunia mengenai mereka," ujar Karroubi.
PBB menerapkan sanksi putaran keempat terhadap Iran pada Juni lalu atas program nuklirnya. Negara-negara Barat mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklirnya. Namun Iran berulang kali membantahnya. Ditegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi untuk kepentingan sipil.
(ita/nrl)











































