Gerakan 'Bebaskan Ba'asyir' Dinilai Sama Saja Mendukung Terorisme

Gerakan 'Bebaskan Ba'asyir' Dinilai Sama Saja Mendukung Terorisme

- detikNews
Kamis, 12 Agu 2010 13:06 WIB
Gerakan Bebaskan Baasyir Dinilai Sama Saja Mendukung Terorisme
Jakarta - Gerakan meminta pembebasan Abu Bakar Ba'asyir di internet mulai menuai kritik. Gerakan itu dinilai tidak menghormati proses hukum yang sedang dijalankan kepolisian. Oleh karenanya, gerakan itu sama saja mendukung kegiatan yang disangkakan kepada Ba'asyir, yakni terorisme.

"Punya dasar hukum apa coba meminta dibebaskan," kata Wakil Ketua Komisi I
(informasi, luar negeri dan pertahanan), TB Hasanuddin, kepada detikcom, Kamis (12/8/2010).

Menurut purnawirawan mayor jenderal TNI ini, kegiatan menuntut pembebasan Ba'asyir sama tidak tepatnya dengan menuntut Amir Markaziyah Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu ditahan terus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua-duanya juga tidak benar. Biarkan polisi bekerja dulu untuk membuktikannya," kata politikus PDIP ini.

Meski citra Polri tengah menurun karena kasus rekening gendut para jenderalnya, Hasanuddin yakin, hal itu tidak mempengaruhi kinerja Polri dalam memberantas terorisme.

"Rekening itu kan masalah oknum, per orangan, kalau terorisme masalah institusi. Terlebih, keutuhan bangsa dan reputasi dari dunia internasional," kata mantan sekretaris militer di era Megawati Soekarnoputri ini.

Gerakan meminta pembebasan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir muncul di internet. Melalui freeabb.com pendukung Ba'asyir menggalang kekuatan.

Selain melalui situs freabb.com, muncul juga gerakan di facebook bernama Freedom and Support Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (ABB).

Pantauan detikcom, situs freeabb.com berisi tulisan-tulisan dari sejumlah pihak yang mengaku mantan dan murid ABB di Ponpes Ngruki. Ada penulis yang tegas-tegas menuding Amerika Serikat berada di belakang penangkapan ABB.

(lrn/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads