"Punya dasar hukum apa coba meminta dibebaskan," kata Wakil Ketua Komisi I
(informasi, luar negeri dan pertahanan), TB Hasanuddin, kepada detikcom, Kamis (12/8/2010).
Menurut purnawirawan mayor jenderal TNI ini, kegiatan menuntut pembebasan Ba'asyir sama tidak tepatnya dengan menuntut Amir Markaziyah Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu ditahan terus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski citra Polri tengah menurun karena kasus rekening gendut para jenderalnya, Hasanuddin yakin, hal itu tidak mempengaruhi kinerja Polri dalam memberantas terorisme.
"Rekening itu kan masalah oknum, per orangan, kalau terorisme masalah institusi. Terlebih, keutuhan bangsa dan reputasi dari dunia internasional," kata mantan sekretaris militer di era Megawati Soekarnoputri ini.
Gerakan meminta pembebasan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir muncul di internet. Melalui freeabb.com pendukung Ba'asyir menggalang kekuatan.
Selain melalui situs freabb.com, muncul juga gerakan di facebook bernama Freedom and Support Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (ABB).
Pantauan detikcom, situs freeabb.com berisi tulisan-tulisan dari sejumlah pihak yang mengaku mantan dan murid ABB di Ponpes Ngruki. Ada penulis yang tegas-tegas menuding Amerika Serikat berada di belakang penangkapan ABB.
(lrn/mad)











































