"Lebih baik bawa istri dari pada lain-lain di sana," kata Marzuki saat akan meninggalkan Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Rabu (11/8/2010)
Bagi Marzuki, selama keikutsertaan anggota keluarga itu tidak memanfaatkan dana negara itu tidak perlu dibesar-besarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait keikutsertaan anggota keluarga itu, sebenarnya juga tidak dipermasalahkan oleh tata tertib DPR. Kalau memang ada aturan bahwa hal itu tidak boleh, baru itu salah.
"Tapi kan dalam tatibnya itu nggak ada diatur, jadi kalau tidak diatur ya boleh-boleh saja. Kalau nanti diatur nggak boleh, baru nggak boleh," tambah dia.
Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, mengajak istri sebenarnya lebih baik dari pada saat kunker sedang berpartner dengan seorang wanita kemudian disalahartikan oleh orang-orang yang melihat.
"Daripada nanti dia di sana sedang bekerja pas kebetulan dengan wanita, dan kita kan nggak bisa bayangkan lokasi di sana. Nanti taunya ada media yang potret terus ditayangkan, nanti yang beredar lain lagi," jelas pria berkacamata ini. (yid/nwk)











































