Pemerintah butuh waktu berbulan-bulan untuk merilis estimasi resmi mengenai kerugian akibat gelombang panas. Namun menurut beberapa pakar ekonomi, bencana tersebut mungkin menimbulkan kerugian sekitar US$ 7-15 miliar.
Jumlah tersebut berasal dari kerugian di sektor pertanian, industri dan jasa. Jumlah tersebut belum memperhitungkan kerugian tak langsung yang berasal dari lonjakan kematian dan penyakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan ekonomi di Rusia saat ini lamban dan gelombang panas akan menyebabkan kelambanan lebih jauh," kata Morozov kepada kantor berita AFP, Rabu (11/8/2010).
Akibat gelombang panas ini, beberapa perusahaan industri terkemuka Rusia telah menghentikan proses produksi. Tujuannya supaya para pekerja mereka tidak mengalami konsekuensi tingginya suhu udara. Para pekerja pun diliburkan.
Gelombang panas ini telah menimbulkan kebakaran hutan yang luas. Menurut angka resmi pemerintah, 52 orang tewas akibat kebakaran tersebut.
Namun pimpinan otoritas kesehatan Moskow, Andrei Seltsovsky mengumumkan, angka kematian per hari di kota tersebut kini telah melonjak dua kali lipat dari 350 orang menjadi sekitar 700 orang. (ita/fay)










































