"Ba'asyir memang orang kampung. Tapi tidak bodoh. Kami tersinggung dengan tuduhan itu," ujar pengacara Ba'asyir dari TPM, Mahendradatta kepada detikcom, Selasa (10/8/2010) malam.
Menurut Mahendra, Ba'asyir tentu tidak sebodoh itu mau melawan TNI dan polisi yang jumlahnya ratusan ribu untuk mengganti dasar negara. Apalagi menurut Mahendra, polisi menuduh pengikut Ba'asyir yang telah dilatih hanya sekitar 50 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahendra menjelaskan, Ba'asyir memang punya niat ingin mengganti dasar negara. Tapi bukan dengan cara kekerasan melainkan dengan cara konstitusional. Hal itu pernah disampaikan Ba'asyir saat bertemu dengan Ketua MPR Taufiq Kiemas beberapa waktu lalu.
"Jadi tidak setolol itu mau ganti dasar negara dengan perang," tutupnya.
(rdf/nvc)











































