Memaki Penumpang & Kabur, Pramugara Jet Blue Ditahan Polisi

Memaki Penumpang & Kabur, Pramugara Jet Blue Ditahan Polisi

- detikNews
Rabu, 11 Agu 2010 05:09 WIB
Memaki Penumpang & Kabur, Pramugara Jet Blue Ditahan Polisi
New York - Gara-gara tidak bisa menahan emosi, seorang pramugara pesawat Amerika Jet Blue ditahan polisi. Pramugara tersebut telah memaki seorang penumpang terang-terangan melalui interkom pesawat.

Demikian seperti dilansir orange.co.uk, Senin (10/8/2010). Pramugara yang bernama Steven Slater (38), sempat terlibat perdebatan dengan salah seorang penumpang yang bersikeras ingin mengambil tas di bagasi yang ada di atas tempat duduk penumpang. Padahal saat itu pesawat jurusan Pittsburgh ke New York tersebut masih bergerak di landasan seusai mendarat di Bandara John F Kennedy.

Ketika si penumpang memaki dirinya, Steven pun hilang kesabaran. Dia meraih interkom dan mengucapkan pengunduran dirinya sembari memaki balik penumpang tersebut.

"To the passenger who called be a mother fucker, fuck you. I've been in the business 28 years. I've had it. That's it. (Untuk penumpang yang pantas disebut biangnya pengacau, persetan denganmu. Saya sudah menjalani pekerjaan ini selama 28 tahun. Sudah cukup bagi saya. Itu saja-red)," ucap Steven dengan emosi.

Setelah itu, Steven lalu membuka pintu darurat, mengambil dua botol bir dari dapur pesawat, dan meluncur turun ke aspal melalui pintu darurat. Kemudian Steven menaiki kereta ke terminal, melepaskan dasi lalu membuangnya. Kejadian ini sempat membuat bingung para penumpang.

Beberapa saat kemudian, Steven ditangkap di rumahnya di kawasan Queens, New York. Steven didakwa atas tindak kriminal, tindak pidana melewati wilayah tanpa izin dan kesembronoan yang membahayakan orang banyak.

Di pengadilan New York, Steven mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan. Dia bahkan hanya tersenyum saat diwajibkan membayar uang jaminan sebesar 2.500 dollar AS atau setara dengan Rp 22,3 juta.

Penyebab mengapa Steven yang mengidap HIV AIDS ini, sampai berbuat seperti itu disebut-sebut karena dirinya tengah berada di bawah tekanan hidup yang besar. Menurut tetangganya, ibu Steven sedang sekarat karena kanker paru-paru, sedangkan ayah Steven baru saja meninggal akibat penyakit Lou Gehrig (semacam penyakit yang menyerang saraf motorik tubuh). Bahkan pada sebuah situs jejaring sosial, Steven mengaku dirinya dilanda kecanduan alkohol dan obat-obatan.
(nvc/rdf)


Berita Terkait