"Kalau aparat penegak hukum tidak bisa membuktikan latar belakangnya, maka ini akan menjadi bumerang bagi kepolisian itu sendiri," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung usai mengadakan rapat pimpinan di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Selasa (10/8/2010).
Dia cukup mengapresiasi apa yang telah dilakukan polisi dalam memberantas terorisme. Hanya saja mengingat sosok Ba'asyir cukup menjadi perhatian publik, maka dibutuhkan keseriusan polisi untuk mengungkap jaringan membahayakan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga berharap publik terus memantau pengusutan kasus ini, agar tidak terkesan penangkapan itu hanyalah pengalihan isu dari kubu kepolisian.
"Publik harus mengawasi hal itu supaya tidak timbul kesan untuk mengalihkan isu dan rivalitas di tubuh polri," pesan pria berkacamata ini.
Pimpinan DPR lainnya Anis Matta mengatakan, meskipun Ba'asyir diduga sebagai dalang aksi teror, tetap saja polisi harus bisa berlaku sopan saat menjalani segala proses pemeriksaan.
"Diproses secara biasa (sesuai prosedur hukum), yang jelas harus ada perlakuan santun kepada beliau sebagai orang tua," kata Anis.
Dia juga mengatakan, penangkapan itu tidak ada hubungannya dengan pidato presiden yang mengatakan dirinya merasa terancam. Jika benar presiden terancam, maka itu menunjukan negara tidak aman. Kinerja polisi pun dipertanyakan.
"Kalau penangkapan itu biasa saja, cuma kalau sampai isu utama itu mengancam keamanan presiden rasanya itu terlalu berlebihan," jelas politisi PKS ini.
(lia/rdf)











































