"Belum (diketahui hubungannya). Tapi yang jelas semua yang kita lakukan dengan suatu proses yang panjang," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (10/8/2010)
Dia menjelaskan, dari para tersangka teroris ini ditemukan bukti kuat adanya tindakan pidana.
"Anak-anak kami tidak kenal lelah. Ini dengan kita ikuti mereka, uji coba peledakan dulu di Sumedang. Kita tidak melakukan penangkapan tapi kita ikuti sampai kita tahu laboratoriumnya di mana," beber Kapolri.
Ada tudingan dari FPI pelatihan peledakan bom itu difasilitasi Mako Brimob, karena terkait keterlibatan desertir Brimob Sofyan Tsauri?
"Sudah-sudah, tidak ada. Mereka kan sudah ditangkap jadi tersangka," jawab Kapolri.
Polisi pada Senin kemarin menyatakan, pihaknya menyita satu unit mobil Mitsubishi Galant dalam operasi penggerebekan terorisme, yang berujung pada penangkapan Abu Bakar Ba'asyir. Mobil yang dibeli oleh seorang pria warga Prancis itu hendak dipersiapkan menjadi bom mobil.
(ndr/nrl)











































