Hal itu diungkapkan Hasanuddin Z Abidin Wakil Rektor Bidang Komunikasi Informasi dan Kemitraan ITB saat ditemui di Gedung Rektorat, Jalan Tamansari No 64, Selasa (10/8/2010).
"Mahasiswa Teknik Kimia diajarkan engineering dan chemical yang nantinya bekerja di industri-industri. Seperti industri perminyakaan dan pabrik-pabrik. Pokoknya yang berkaitan dengan proses kimia. Tapi Kami nggak ngajari bikin bom," ujar Hasanuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tergolong lama, 8 tahun. Biasanya mahasiswa lain 5 tahun," katanya. Kurnia Widodo masuk tahun 1992 dan lulus tahun 2000.
Hasanuddin pun mengaku tak mengetahui pasti apa saja kegiatan yang diikuti Kurnia selama menjadi mahasiswa ITB. "Kalau mengenai dia ikut unit kemahasiswaan atau aktivitas di kampus saya tidak mengetahuinya," aku Hasanuddin.
Begitu juga dengan aktivitas Kurnia setelah menjadi alumni, ITB mengaku tidak tahu. Namun menurutnya, selama ini ITB selalu menjalin komunikasi dengan alumni ITB untuk hal-hal positif.
"Misalnya kerjasama di bidang pekerjaan dan lainnya," katanya.
Hassnuddin mengatakan, belum ada pihak kepolisian yang datang ke kampusnya untuk memastikan Kurnia Widodo, yang disebut sebagai terduga teroris, adalah alumnus ITB.
"Sampai saat ini belum ada konfirmasi, namun nama itu memang tecatat alumni," sebut Hasanuddin.
Jika benar terduga teroris yang dimaksud adalah alumni ITB, ia menyatakan penyesalannya.
(tya/lrn)











































