Masalah terorisme menjadi topik bahasan kelima dalam sidang kabinet yang digelar di Sekretariat Negara, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Selasa (10/8/2010). Rapat kabinet itu dihadiri semua anggota kabinet termasuk Panglima TNI dan Kapolri.
SBY menegaskan, terorisme merupakan masalah sensitif karena sering terjadi salah paham terhadap apa yang dilakukan penegak hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak pernah membawa masalah terorisme dengan politik karena bukan politik. Juga bukan pada wilayah agama karena bukan ajaran agama," kata SBY.
SBY menegaskan, terorisme adalah kejahatan. "Itu di wilayah penegak hukum. Saya serahkan sepenuhnya upaya mencegah kepada penegak hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan kalau sudah masuk pengadilan, pengadilan, dan lembaga penegak hukum lainnya," papar SBY.
"Jangan dibawa ke arena politik juga agama. Betul-betul berbeda sama sekali," imbuh SBY.
(aan/nrl)










































