"Masih perlu didalami lagi," kata Kepala Desk Antiteror Kemenkopolhukam Ansyaad Mbay kepada detikcom, Senin (9/8/2010) malam.
Bisa jadi, sang pemilik mobil tidak tahu menahu soal mobilnya yang hendak akan dijadikan sebagai bom mobil untuk diledakkan di target-target tertentu. Mungkin saja mobil itu cuma dipinjam atau disewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, lanjut Ansyaad, polisi diharapkan segera menemukan jawaban atas teka-teki ini. Sehingga permasalahan terorisme di Indonesia bisa segera terselesaikan.
"Kita tunggu saja nanti hasilnya," tutup Ansyaad.
Sebelumnya, pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasetyo mengatakan, jaringan teroris di Bandung tidak bekerja sendiri dan bersifat global. Jaringan ini menggunakan teknologi yang lebih canggih dari jaringan sebelumnya seperti adanya penemuan laboratorium bom tersebut. Prancis diduga sebagai markas karena memang pernah terindikasi adanya teroris di negara tersebut.
"Ya termasuk tempat yang berbahaya. Sudah terindikasi," kata Mardigu kemarin.
Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menyebutkan, pihak kepolisian masih memburu pemilik Mitsubishi Galant yaitu pria berkewarganegaraan Prancis.
"Saat ini pemilik mobil atau pembeli mobil itu sedang diburu," kata Edward.
(anw/mpr)











































