Ganji (50) sebelumnya telah menghabiskan waktunya selama 6 tahun di penjara lantaran menulis sebuah artikel yang dianggap menyudutkan politisi papan atas. Ganji juga divonis telah melakukan pembunuhan karakter atas tulisan yang dia buat.
Meskipun dalam kondisi yang tak mendukung, dia terus menulis, dan mendorong Iran bisa menjalankan demokrasi serta menghormati hak-hak asasi manusia, dan menjalankan peradilan yang bebas dari intervensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski mengalami intimidasi namun dia terus melanjutkan menyuarakan kebenaran dan keadilan. Dia adalah inspirasi untuk kita semua," demikian kata Direktur Interim IPI Alison Bethel McKenzie seperti dilansir AFP, Selasa (10/8/2010).
"Perjuangannya masih relevan sampai sekarang, terutama untuk membebaskan para tahanan politik di Iran," imbuh Bethel.
Ganji terpilih mengalahkan 7 kandidat lainnya pada musim tahun ini, termasuk May Chidiac dari Lebanon dan jurnalis asal Afrika Selatan yang terkenal anti-apartheid, Laurence Gandar.
Penghargaan serupa juga pernah diberikan kepada jurnalis asal Rusia Anna Politkovskaya pada 2006 silam. Namun penghargaan tersebut dia terima dua bulan setelah dia tewas saat sedang liputan.
IPI berpusat di Wina, Austria. Kota tersebut selama ini menjadi pusat jaringan yang bergerak dalam bidang kebebasan pers. (anw/mpr)










































