Menurut keterangan Ketua RT setempat, Dimyati Jajang (40), pengajian umum di masjid tersebut dihadiri sekitar 500 orang. Bukan hanya warga sekitar yang hadir, tetapi juga dari tempat lain.
"Acara tersebut sudah sebulan sebelumnya pihak dari DKM dan keluarga berkoordinasi dengan saya. Acara juga sudah dapat izin dari Polsek Regol dan Polrestabes Bandung," ujar Dimyati di tempatnya membuka usaha, di Jl Sriwijaya, Senin (9/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepengetahuan dia, kedatangan Baasyir sekedar menjenguk cucu yang tinggal di sana, dan bukan untuk kegiatan pengajian. "Jadi Ba'asyir ini kesini untuk bertemu cucunya. Mungkin sekalian berkunjung dimanfaatkan dengan mengisi pengajian umum," paparnya.
Sementara itu seorang warga yang ikut dalam pengajian, menyatakan bahwa materi yang Ba'asyir sampaikan sama sekali tidak menyinggung terorisme. Hanya ilmu-ilmu agama seperti jamaknya pengajian yang biasa berlansung di mana-mana.
"Yang saya tahu dan saya dengar, Ustad Abu Bakar menyampaikan tausyiah, menyampaikan ilmu mulia," kata warga yang minta namanya tidak disebutkan itu.
Sejak menyebarnya kabar penangkapan, kediaman Rizki mendadak sepi. Pintu gerbang yang sebelumnya dalam kondisi terbuka, tiba-tiba saja digembok dari dalam.
(bbp/lh)











































