"Tadi pagi Ibu Menkes juga menyampaikan di RS setiap ada korban dari ledakan gas bisa masuk dulu," ungkap Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ito Sumardi usai rapat soal tabung gas di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/8/2010).
Dia menjelaskan, para korban ledakan tabung gas bisa mendapat penanganan cepat sebab RS lanjut Ito akan dilayani secara cepat di RS karena sudah ada komitmen dari PT Pertamina untuk menangung semua biaya. Fasiltitas tersebut kurang lebih sama dengan asuransi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menristek dalam waktu yang tidak terlalu lama menemukan sensor yang bisa mengidentifikasi gas yang bocor. Misalnya berbunyi itu akan dicoba untuk disosialisasikan atau didistribusikan kepada pengguna gas," sambung Ito.
(irw/lh)










































