Pria itu mengenakan jaket hitam dan kopiah putih bertinggi badan 160 cm. Dia mendatangi penerima tamu Bareskrim Polri dan langsung menyerahkan tangannya minta diborgol. Dari buku tamu Bareskrim, diketahu namanya adalah Kasrudi.
"Pak, saya minta ditangkap," ujar Kasrudi sambil menggenggam kedua tangannya minta diborgol oleh polisi yang bertugas menunggu buku tamu Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (9/8/2010) pukul 14.35 WIB.
Polisi yang berjaga pun bertanya kenapa Kasrudi minta ditangkap. Kasrudi mengaku dirinya teroris.
"Saya teroris Pak, saya Islam, saya benci Amerika," tegas Kasrudi serius.
Polisi yang menerimanya pun makin heran. Dia kemudian menanyakan hubungan Kasrudi dengan Ba'asyir.
"Ada lawyer apa atau keluarganya?" tanya polisi tadi.
"Saya mau ditangkap, masak mau Ramadan kakek-kakek ditangkap," ujar Kasrudi sambil menangis.
Kasrudi kemudian diajak masuk ke ruang tamu Bareskrim Polri. Hingga beritaย ini diturunkan pukul 15.07 WIB, Kasrudi belum keluar.
(van/nrl)











































