Pemilu ini digelar sekitar pukul 11.30 WIB. Puluhan ibu-ibu berbondong-bondong menuju Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang berupa tenda dan didirikan di pinggir jalan.
Para ibu-ibu ini langsung mendaftar dan menunggu hingga tiba gilirannya untuk memilih di dalam bilik suara, yang sudah disiapkan panitia. Di kertas suara, telah tersedia pilihan. Nomer 1 minyak tanah, dan nomer 2 gas elpiji 3 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panitia juga menyiapkan spidol merah untuk mencontreng. Bahkan setelah mencontreng, ibu-ibu juga diwajibkan mencelupkan jarinya di tinta yang disediakan.
Pemilu ini digelar oleh warga bekerjasama dengan LSM Bendera. Replika pemilu ini dilakukan untuk mengetahui suara warga kampung-kampung terkait kebijakan konversi gas pemerintah.
Pemilu ini sebenarnya sudah digelar berkali-kali di sejumlah daerah di Jakarta, antara lain di daerah Cipayung, Tenabang, Koja, Sawah Besar, Petamburan dan Lenteng Agung. Pemilu ini bertujuan untuk menyindir pemerintah agar memberikan jaminan keamanan bagi warganya dalam menggunakan gas.
(gun/nrl)











































