"Yang benar, Mas? Saya belum mendengar sama sekali. Gimana katanya (beritanya)?" tanya Iim saat dikonfirmasi detikcom di Solo, Senin (9/8/2010).
Iim menjelaskan, beberapa hari terakhir ayahnya berada di Jawa Barat untuk berdakwah. Hari ini rencananya Ba'asyir balik ke Solo. "Saya tahu penangkapan itu dari Anda, saya minta waktu untuk mencari informasi," ujar Iim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Mahendradatta dari Tim Pengacara Muslim (TPM) yang biasa mendampingi kasus terorisme, mengaku belum menerima kabar penangkapan Ustad Abu Bakar Ba'asyir. Setahunya, Ba'asyir pamit hendak ke Tasikmalaya.
"Saya belum dengar (soal penangkapan), tapi rumornya begitu, rumor dari teman wartawan," katanya pada detikcom. Dia mengaku berkomunikasi semalam. "Semalam sempat ada komunikasi dan bilang mau ke Tasikmalaya mengahdiri acara," tuturnya.
TPM sendiri masih menunggu kepastian rumor tersebut. "Kita masih menunggu betul-tidaknya rumor itu," tutupnya.
Ba'asyir yang merupakan Amir Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) dan pengelola Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Solo, ditangkap di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat, seusai mengisi pengajian. Dia ditangkap saat dalam perjalanan dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah.
(nrl/nrl)











































