Sejarawan Samakan Bakrie Award dengan Kopi Luwak

Sejarawan Samakan Bakrie Award dengan Kopi Luwak

- detikNews
Senin, 09 Agu 2010 05:39 WIB
Sejarawan Samakan Bakrie Award dengan Kopi Luwak
Jakarta - Sejarawan Asvi Warman Adam mengkritik pihak Bakrie yang seharusnya menyelesaikan terlebih dulu masalah lumpur Lapindo ketimbang membuat ajang penghargaan kepada tokoh pemikir di Indonesia. Ia mengibaratkan Bakrie Award bak kopi luwak.

"Penghargaan Achmad Bakrie ibarat kopi luwak. Sesuatu yang halal untuk peneliti, penulis, dan sebagainya meski diberikan oleh musang. Dan musang dikenal suka menyantap ayam penduduk," kata Asvi.

Pernyataan tersebut dikatakannya usai Silaturahmi Kebangsaan 'Kenapa 17
Agustus?', di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu
(8/8/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, seharusnya pihak Bakrie tidak memaksakan mencantumkan nama-nama para pihak yang menolak penghargaan tersebut. "Kalau sudah menolak tidak usah dicantumkan (namanya), ini pemaksaan," ujar Asvi.

Ia mengimbau, pihak penyelenggara penghargaan meminta maaf kepada mereka yang namanya dicantumkan meski akhirnya penerima tersebut menolak penghargaan. "Ini saat yang tepat menjelang Ramadan, Aburizal Bakrie harus meminta maaf kepada tiga nama yang menolak penghargaan. Kalau orang tidak mau, kenapa harus dipaksa dicantumkan," tegasnya.

"Kasus Lapindo harus diselesaikan dulu daripada memberikan award," imbuh Asvi.

Sejumlah tokoh menolak diberi penghargaan tersebut antara lain ahli filsafat
Frans Magnis Suseno dan baru-baru ini mantan Menteri Pendidikan Daoed Jusuf.
Beberapa bulan lalu, Goenawan Mohammad bahkan mengembalikan penghargaan tersebut setelah 6 tahun diterimanya.

(ahy/ape)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads