"Pemimpin harus nakal, ugal-ugalan. Lihat Bung Karno yang punya sikap urakan, ugal-ugalan tapi menghasilkan kreatifitas, tidak seperti pemerintah sekarang yang sedikit-sedikit mengeluh," kata Budayawan M Sobari.
Pernyataan tersebut dikatakannya dalam Silaturahmi Kebangsaan 'Kenapa 17 Agustus?', di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/8/2010) malam.
Sikap 'urakan' yang dimiliki Soekarno, kata Sobari, menunjukkan Soekarno tidak memberikan jarak dengan kalangan manapun. Soekarno tampil apa adanya tanpa harus menjaga citra diri.
"Soekarno tidak serius. Tidak suka jaga image seperti yang sekarang, kepada wartawan dia senang bercanda dan setiap permasalahan diselesaikan dengan tidak mengeluh," tuturnya.
Ia mencontohkan sikap Soekarno yang 'urakan' ketika bercanda dengan wartawan. Soekarno pernah mengajak para wartawan ke suatu tempat dengan mimik serius usai berpidato, padahal saat itu Soekarno hendak pergi ke toilet. Para wartawan baru sadar kalau mereka dikerjai saat Soekarno benar-benar masuk ke dalam toilet. Gaya bercanda Soekarno itu yang membuat wartawan merasa dekat.
(ahy/ape)











































