"Setiap pertemuan bertanya tentang kematian alam kubur dan alam hisab. Tiga bulan terakhir malah lebih intensif," cerita Bukhari Muslim, guru ngaji keluarga Sutjipto kepada wartawan usai acara pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/8/2010).
Menurut Bukhari, pengajian bersama keluarga Sutjipto digelar dua kali seminggu. Setiap anggota keluarga bisa mengajukan pertanyaan tentang segala hal dalam dunia Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sering bilang orang tuanya saja masih sehat. Kenapa nanya soal kematian terus? Lalu beliau bilang kalau umur kan siapa yang tahu," kenangnya.
Soal aktivitas Wahyu ini dibenarkan juga oleh sang suami. Hal ini membuat Sutjipto berkesimpulan bahwa istrinya sudah siap untuk dipanggil yang Maha Kuasa.
"Istri saya tidak mau diketahui kalau beliau mau pulang. Rupanya dalam setahun ini mengadakan pengajian bersama ustadz dan seolah istri saya sudah tahu bahwa sudah mendekati untuk pulang. Allah ternyata berkehendak demikian," ceritanya sambil menitikkan air mata. (mad/gun)










































