"Kami mengucapkan selamat jalan kepada Mbah Tardjo. Kami menjadi teman sejak mengawal reformasi, karena saat itu kami bersama-sama menjadi pimpinan DPR," kata Cak Imin kepada detikcom, Minggu (8/8/2010).
Sosok Mbah Tardjo sungguh sangat berkesan di mata Cak Imin. Tidak hanya karena pengalamannya yang cukup lama di dunia politik, Mbah Tardjo juga dianggap piawai dalam memimpin sidang dan menyelesaikan perbedaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesan terdalam yang dirasakan Cak Imin kepada Mbah Tardjo adalah saat Mbah Tardjo ini memimpin sidang dan menjadi mediator dari setiap perbedaan yang terjadi antar partai dan politisi. Mbah Tardjo diyakini memiliki trik jitu dalam memutus persoalan tanpa menimbulkan konflik.
"Dia mampu mengendalikan keadaan dengan tanpa membuat peserta rapat emosi sama sekali. Dia piawai. Saya banyak belajar soal memimpin sidang kepadanya," tegasnya.
Mantan wakil ketua DPR yang bersama Mbah Tardjo ini menilai politisi asal Yogya ini sebagai politisi tangan dingin yang kenyang dengan pengalaman. "Beliau politisi tangan dingin, politisi gaul dan lucu," tegas Cak Imin.
(yid/fay)











































