Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Jl Raya Lenteng Agung No 72, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.20 WIB, Sabtu (8/8/2010). Jenazah dibawa dengan ambulance milik Yayasan Bunga Kamboja menuju Bandara Halim Perdanakusumah. Jenazah akan diterbangkan ke Yogya untuk dimakamkan di sana.
Kendaraan jenazah diiringi sejumlah kendaraan kolega dan kerabatnya. Istri Mbah Tardjo, Sri Adiyati, ikut mengiringi jenazah dengan memakai mobil yang berbeda.
"Dia mampu membuat undang-undang yang baik dari Aceh hingga Papua. Waktu dia jadi pimpinan DPR, dia tidak sombong, dan rendah hati. Hanya satu yang tidak dapat ditiru, kamar kerja penuh asap rokok, itu yang tidak layak ditiru, tapi banyak yang bisa ditiru," kenang politisi PDIP, Sabam Sirait.
Hal yang sama dikatakan oleh politisi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso. "Kami kehilangan tokoh senior yang dihormati, saya senang cara beliau dalam menyampaikan apapun sangat humoris. Ketika memimpin rapat dengan suasana cair. Selamat jalan pada beliau, semoga dosanya diampuni," ujar Priyo.
(gun/gah)











































