"Buku ini beliau sendiri yang menulisnya. Siapa pun kader PDIP, wajib belajar dari beliau," kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo di rumah duka di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu (8/8/2010).
Menurutnya, 'warisan' berupa buku tidak lepas dari fitrah Mbah Tardjo yang sebelum terjun ke politik adalah seorang guru. Materi buku lebih kepada perjalanan karier politik almarhum semenjak menjadi aktifis PNI, pergaulan dengan Bung Karno, pengalaman memimpin DPR hingga akhirnya mendapat dua bintang Mahaputra dari Pemerintah RI.
"Beliau punya gaya yang khas. Orangnya sangat setia dan loyal kepada Bu Mega," sambung Tjahjo.
Lalu kapan buku wajib itu akan terbit?
"Tunggu tanggal mainnya, sekarang sedang proses editing di percetakan," jawab Tjahjo.
(lh/mok)











































