Hilmi Cs Tak Pernah Laporkan Diri ke RT Setempat

Penggerebekan Teroris di Bandung

Hilmi Cs Tak Pernah Laporkan Diri ke RT Setempat

- detikNews
Sabtu, 07 Agu 2010 19:08 WIB
Jakarta - Hilmi dan Hamzah tidak pernah melaporkan kedatangannya ke petugas RT/RW setempat. Mereka juga tidak pernah berada di kontrakan itu dalam waktu lama.

"Kami baru tahu ada yang menyewa rumah kontrakan tersebut. Penyewa maupun pemilik rumah kontrakan tidak ada yang lapor ke sini waktu akan disewakan sampai sekarang," kata Ketua RT 02 Kelurahan Pasir Biru Kecamatan Cibiru, Adang Kusmawan, di rumahnya, tidak jauh dari lokasi kejadian, Sabtu (7/8/2010).

Sepengetahuannya, rumah tersebut biasanya kosong. Apalagi menurut adik pemilik kontrakan, Bambang Trisnoprabowo (39), penyewa kontrakan biasanya pulang sekitar dua minggu sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumahnya kosong terus. Warga juga ga ada yang lapor kalau ada warga pendatang," ungkapnya.

Sementara itu, pihak kelurahan mengaku akan lebih memperbaiki kinerja aparat pemerintahannya.

"Himbauan itu agar melapor ke RT dan RW sudah lama disampaikan. Tapi ya kejadiannya seperti ini," kataย  Lurah Pasir Biru Muhammad Thamrin.

Sementara itu, sekitar pukul 17.30 WIB, polisi terpaksa mengusir warga yang berkerumun di sekitar lokasi penggerebekan pria yang diduga teroris. Sebab, banyak warga yang berkerumun melewati garis polisi yang dipasang sekitar 100 meter dari lokasi penggerebekan.

Sempat terjadi sorakan dari warga yang diminta untuk mundur dari lokasi. Dikhawatirkan ada ledakan yang terjadi di kontrakan tersebut.

"Mundur, mundur, ini demi keselamatan kita semua. Mohon pengertiannya," teriak salah seorang polisi kepada warga.

Spontan, terjadi desakan di antara kerumunan warga yang berusaha mundur. Bahkan, mereka yang menyimpan motor di dekat lokasi kesulitan memutarkan arah kendaraannya.

"Mundur, mundur, sampai dekat salon," katanya. Salon yang dimaksud yakni Junia Salon, sekitar 200 meter dari lokasi penggerbekan.

Warga kemudian mundur. Bahkan ada yang memilih pulang setelah diperingati polisi bahwa lokasi sangat berbahaya. Beberapa penghuni rumah yang berada tidak jauh dari lokasi penggerebekan, bahkan diminta keluar dari rumah.

Namun, sekitar 200 warga masih berada di sekitar lokasi untuk melihat polisi mengamankan daerah sekitar.

(tya/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads