Hal ini diungkapkan oleh Aristia Agung Setiawan (32), putra sulung pasangan Sutjipto-Wahyu Nurani. Meski sedang berduka, dia lancar menjawab pertanyaan wartawan yang menemuinya di rumah duka Jl Bukit Golf Utama PB-02, Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (7/8/2010).
"Hari Minggu lalu ibu ke mertua saya. Beliau minta maaf, ya kan biasa minta maaf menjelang ramadan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan alasan mengikuti kompitisi golf di Bali, Aris mengatakan bahwa ibunya sempat menolak ajakan ayahnya untuk ikut ke Manado. Ayahnya memang selalu mengajak ibunya untuk ikut menemani perjalanan dinas ke daerah.
"Kalau bapak pergi tugas, ibu menamani. Semestinya mereka besok pulang dari Manado," ujar Aris yang matanya terlihat memerah.
Lebih lanjut Aris mengatakan kabar ibunya meninggal dunia, diterimanya dari seseorang yang meminjamkan telepon seluler kepada ayahnya. Sebelumnya memang Sutjipto menghubunginya dengan telepon itu, namun tidak secara tegas mengabarkan ibunya meninggal dunia.
"Bapak menelpon saya dari nomor yang tidak biasa. Beliau berkata 'Mas Aris yang tabah ya', lalu telepon ditutup. Saya telepon balik ke nomor situ, saya nggak tahu siapa yang menerima, tapi dia bilang bahwa ibu meninggal dalam perjalanan ke RS," tuturnya.
(lh/lh)











































