"Lima parpol dianggap sudah cukup mewakili aspirasi politik di Indonesia," kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tandjung, dalam seminar "Kajian Intelijen Terhadap Wacana Penyederhanaan Parpol Melalui Parliamentary Threshold (PT)" di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (7/8/2010).
Menurut dia, sembilan partai politik yang lolos PT pada Pemilu 2009 lalu masih terlalu banyak jumlahnya. Akibatnya tidak terbangun iklim politik yang stabil di parlemen dan pemerintahan yang efektif.
"Sembilan parpol masih cukup banyak. Untuk politik yang lebih stabil diperlukan penyederhanaan parpol," ujar mantan Ketum Golkar itu.
Akbar mendesak agar DPR terus mengkaji secara serius rencana lama untuk penyederhanaan parpol. Mekanisme penyederhanaan yang bisa ditempuh antara lain dengan cara memperketat seleksi masuk pembentukan parpol baru berupa batas PT 3% sampai 5%.
Jika mekanisme ini diterapkan pada Pemilu 2014, maka diprediksi yang lolos hanya PD, Golkar, PDIP, PKS, dan PAN. Meski kelimanya dinilai cukup mampu mewakili keragaman asprasi politik masyarakat, tapi harus disertai dengan langkah pemberdayaan konstituen.
"Parpol agar serius menata grassroot demikian tidak tergerus peningkatan PT. Dengan semakin kuatnya sistem kelembagaan, maka parpol akan semakin kuat menjalankan fungsi politiknya," tutupnya.
(van/lh)











































