"Tidak bisa langsung diterapkan. Kita harus sosialisasi dulu, ujicoba dulu. Mungkin setelah lebaran baru diujicoba," kata Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya, Kombes Condro Kirono kepada wartawan, Jumat (6/8/2010).
Namun, jalur mana saja yang akan dibatasi, kata dia, masih dalam pembahasan dengan pihak Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Condro menjelaskan, saat ini yang memungkinkan untuk ujicoba adalah jalur Blok M-Kota. Karena, di jalur tersebut sarana angkutan umum sudah memadai seperti bus Transjakarta untuk koridor I.
Polda Metro sendiri menyetujui rencana pembatasan motor pada jam-jam sibuk. Namun, kata dia, rencana itu harus dibarengi dengan penerapan jalur alternatif.
Selain itu, Pemprov DKI juga diminta untuk membangun sarana park and ride pada jalur yang akan diberlakukan pembatasan jumlah motor. Sehingga pengendara motor bisa memarkirkan motornya dan melanjutkan perjalanannya dengan angkutan massal.
Condro juga mendesak agar Pemprov DKI segera mewujudkan sarana angkutan massal seperti MRT. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa segera beralih menggunakan angkutan massal.
"Sehingga tidak banyak yang menggunakan kendaraan pribadi atau pun motor," ucap Condro.
(mei/gun)











































