"Sekitar tanggal 24 sampai 27 akan berkunjung ke Korea Selatan dan Korea Utara. Itu atas undangan menlu kedua negara. Tujuannya mempererat hubungan bilateral Indonesia yang telah terjalin baik," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, dalam jumpa
pers di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2010).
Β
Ketika ditanya apakah lawatan ke dua negara itu terkait penjajakan perdamaian kedua negara dengan fasilitas Indonesia, Faiz enggan menjawabnya.
"Saya tidak ingin mendahului pejabat yang berwenang. Memang, kita pernah mempunyai pengalaman di Kamboja, dan Filipina selatan. Tiap persoalan ada dimensinya masing-masing. Dalam diplomasi semua sangat mengalir," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungan sangat dekat dengan Korsel dan Korut seperti budaya dan olahraga. Ada hal-hal yang sudah bisa dicapai seperti Korsel dan Korea Utara kan masuk World Cup. Pasti mempunyai sistem rekruitmen dan pembinaan pemain yang baik," papar dia.
Persoalannya, lanjut dia, perjalanan ke negeri komunis Korut bukan perkara mudah. Penerbangan hanya berlangsung 2 kali dalam sepekan yakni sekali berangkat, sekali pulang. Hal-hal teknis tersebut yang masih dipelajari pejabat diplomatik kedua negara termasuk persoalan keamanan.
(Ari/aan)











































