"Keduanya bernama Kopral Dua Zulkarnain dan Praka Oksan," ujar Kapuspen TNI, Mayjen Aslizar Tanjung kepada detikcom, Kamis (5/8/2010) malam.
Menurut Aslizar, keduanya mendapat apresiasi dari Komandan Sektor Timur UNIFIL, karena sudah berusaha keras mencegah terjadinya kontak tembak antara Israel dan Libanon di perbatasan. Mereka pun telah menuruti perintah untuk menjauh dari lokasi pertempuran, untuk selanjutnya kembali ke pos mereka, bukan dengan maksud melarikan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aslizar menambahkan, sebagai pasukan perdamaian, jika ada kontak tembak, mereka tidak dibolehkan terlibat. Langkah yang diambil adalah mundur, dan meminta bantuan yang lebih besar untuk menghentikan kontak tembak antara dua belah pihak yang bertikai.
"TNI juga memberikan apresiasi, yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur aturan standar," terang dia.
Sebelumnya, televisi Hizbullah, Al Manar menayangkan dua prajurit TNI dari UNIFIL, meninggalkan lokasi pertempuran Israel dan Libanon dengan menumpang taksi. Tayangan ini menimbulkan kecaman dari media Libanon. Mereka mengejek UNIFIL karena tidak bisa mencegah pertempuran.
(rdf/van)










































