"Ini akan dijadikan stimulus penelitian. Sebab untuk penelitian itu dana yang dibutuhkan sangat banyak. Biasanya kami dapat dana itu dari luar negeri," kata Yati yang menggunakan kebaya hitam, usai menerima Bakrie Award di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (5/8/2010).
Yati merupakan seorang dokter anak yang sejak empat dekade meneliti mengenai penyebab diare dan mengembangkan vaksin untuk pengobatannya. Yati berharap dana yang diterimanya dapat memacu perkembangan penelitian.
"Saya merasa penghargaan ini perlu untuk para peneliti dan profesional sebagai bentuk apresiasi. Sehingga bisa memacu perkembangan para peneliti," terang Yati.
Menurut Yati, penghargaan ini juga akan membuat para peneliti senior tetap berkarya dengan baik. "Jadi peneliti senior juga tetap terus berkarya," ujarnya.
Saat ditanyai soal penolakan Sitor Situmorang dan Daoed Djoesoef, Yati tak mau banyak bicara. Yati mengaku menghargai keputusan tersebut.
"Sebagai akademisi kami menghargai keputusan untuk menolak. Pasti mereka punya pertimbangan,"jawabnya singkat.
(ayu/van)











































