Jakarta - Memasuki hari ke-4, penghuni liar lahan Rawa Kebo, Rawa Sari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat mengganti aksi kubur diri dengan membuat bambu runcing. Bambu-bambu yang ujungnya di lancipi untuk menjaga lahan hingga tetes darah terakhir.
"Saya akan bertahan hingga tetes darah terakhir," kata Yanto (43) yang juga telah menanam badan sejak 3 hari lalu kepada wartawan kepada wartawan di lokasi, Rabu, (4/8/2010).
Warga membuat bambu runcing dengan bambu seadanya. Usai dilancipi, bambu tersebut dijejer rapi bak senapan siap tempur. "Kami telah menghuni tanah ini bertahun-tahun. Jangan gusur kami kayak memindahkan hewan, " tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghuni liar ini bereaksi ketika Pemprov DKI berencana akan membangun Gedung Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Sekitar 30 penghuni liar langsung menolak dipindahkan. Padahal mereka telah ditawari uang bongkar Rp 40juta. "Awalnya, penghuni tanah, Kusen mau pindah. Tapi karena ditunggangi ormas, Kusen berubah pikiran," terang Camat Cempaka Putih, M. Anwar kepada wartawan kemarin.
(asp/gah)