Harus Diantisipasi Ancaman Terpisahnya Nusa Dua dari Bali

Perubahan Iklim

Harus Diantisipasi Ancaman Terpisahnya Nusa Dua dari Bali

- detikNews
Kamis, 05 Agu 2010 16:24 WIB
Harus Diantisipasi Ancaman Terpisahnya Nusa Dua dari Bali
Jakarta - Nusa Dua akan terpisah dari Bali. Itulah salah satu ancaman paling dramatis perubahan iklim dan cuaca. Sebelum hal itu terjadi, antisipasi perlu dilakukan sejak dini.

Nusa Dua terancam akan terpisah dari Bali pada sekitar 2080, sebab di antara Nusa Dua dan Bali, ketinggian daratannya kurang dari satu meter. Pulau Bali yang sekarang memiliki luas 5.632 kilometer persegi, pada 2050 akan terendam seluas 489 kilometer persegi. Pada 2070, rendamannya meluas hingga mencapai 557 kilometer persegi.

"Itu baru prediksi, kenyataannya bisa lebih parah," kata pengamat iklim Dr Armi Susandi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (5/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski perubahan itu diramalkan baru akan terjadi pada 40 hingga 70 tahun lagi, namun harus diantisipasi sejak dini. Bila tidak, ancaman tersebut akan benar-benar terjadi.

"Bisa diantisipasi dengan pembangunan benteng laut atau sea wall yang permanen. Ketebalannya sembilan meter dan tingginya enam meter, dibangun di sepanjang pantai di daerah yang dekat bangunan strategis seperti kantor atau bandara," imbuh pria kelahiran Padang 7 September 1969 ini.

Di balik benteng tersebut, sambung Armi, masyarakat masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa. "Bisa menangkap ikan atau berjemur seperti biasa, dan kota akan tetap aman. Itu mahal. Kalau sekarang punya uang, bisa dibangun sedikit-sedikit dari sekarang," tambahnya.

Untuk mengamankan daratan dari rendaman air laut juga bisa dilakukan dengan menggunakan mangrove atau bakau. Sebab mangrove selain bisa menumbuhkan ekosistem baru juga bisa menahan abrasi.

"Jadi di dekat daerah strategis bisa dibangun sea wall, sedangkan di dekat rumah penduduk bisa pakai mangrove," usul Armi.

Selain itu, aktivitas penerbangan di Bali juga terancam lumpuh. Kelumpuhan itu diakibatkan oleh terendamnya sebagian wilayah Bandara Ngurah Rai.

"Sebagian Bandara Ngurah Rai akan terendam pada 2080," sambung dosen pengajar di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB ini.

Terendamnya sebagian Bandara Ngurah Rai dikarenakan lokasi bandara yang terletak di sekitar pantai. Karena air laut yang lebih tinggi maka air akan menuju ke area bandara.

Pada 2080, diperkirakan garis pantai akan berpindah sebagian ke daratan. Hal itu mengakibatkan pantai Kuta akan hilang sekitar 20 persen. "Pantai Sanur juga akan hilang sekitar 50 persen," sambung alumni Hamburg University ini.
(vit/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini