"Pemilukada secara langsung itu proses demokrasi. Saya kira tidak ada kaitannya secara langsung, itu soal mental pejabatnya dan soal amanah," kata Viva kepada detikcom, Kamis (5/8/2010).
Menurut Viva, memang ada beberapa praktek Pemilukada yang merusak karena para calon tidak mengedepankan visi dan misinya, tetapi mengunakan cara transaksional. Namun, masih banyak para pemenang dalam Pemilukada yang murni menjual vigur dan tidak transaksional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, ICW merilis peningkatan korupsi di Indonesia oleh para kepala daerah meningkat cukup tinggi di satu semester pertama 2010. ICW mensinyalir hal ini terjadi karena mahalnya biaya politik dari Pemilukada yang dikeluarkan calon.
(yid/mad)











































