"Menjelang Ramadan ini, kita sudah intruksikan seluruh Polres dan Polresta di Riau ini melaksanakan lidik kemungkinan adanya pelaku penyimpan mercon atau petasan asal Jakarta dan Medan yang diedarkan di Riau. Lidik ini perlu dilakukan agar selama Ramadan masyarakat tidak terganggu dengan suara petasan tersebut," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (05/08/2010) di Pekanbaru.
Menurut Zul, bila ditemukan peredaran petasan itu, akan dilakukan tindakan tegas dan dilakukan pengamanan terhadap barang bukti tersebut. Bila sudah ada petasan yang beredar di pasaran, produsennya akan ditelusuri.
"Polda Riau juga menginstruksikan untuk melakukan penyelidikan asal sumber petasan yang sudah beredar di sejumlah toko atau yang dijual di pinggir jalan. Jaringan distribusi petasan itu harus kita putus. Ini semua demi kenyamanan dan keamanan selama bulan Ramadan," kata Zulkifli.
Polda Riau juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menjual atau membakar petasan demi keamanan bersama. Semua itu untuk kenyamanan bersama dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadan hingga lebaran.
Sementara itu pantaun detikcom, menjelang bulan Ramadan ini, penjualan petasan sudah marak di sudut-sudut kota. Malam hari juga, suara petasan sudah menggema di mana-mana. Suara petasan malam hari telah membuat kebisingan warga.
"Kita memang sangat terganggu dengan suara petasan yang mulai ramai di Pekanbaru. Kadang kita lagi solat Isya, suara petasan sudah meletus di sana sini. Suara petasan itu jelas mengganggu jalannya ibadah, apalagi di Ramadan nanti," kata Umar Yasin warga Pekanbaru.
(cha/mad)











































