11 Tipe Extraordinary People Usulan ICW untuk Pimpinan KPK

Seleksi Pimpinan KPK

11 Tipe Extraordinary People Usulan ICW untuk Pimpinan KPK

- detikNews
Kamis, 05 Agu 2010 14:12 WIB
11 Tipe Extraordinary People Usulan ICW untuk Pimpinan KPK
Jakarta - Rakyat Indonesia membutuhkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang luar biasa untuk memberantas korupsi. Bukan sosok dan profil yang biasa-biasa saja.

"Kita tidak sedang membutuhkan sosok dan profil yang biasa-biasa saja. Tetapi orang dengan kriteria luar biasa, extraordinary people," ujar peneliti hukum ICW Febri Diansyah.

Febri mengatakan itu dalam jumpa pers 'Mencari Figur Pimpinan KPK Ideal' di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Berikut 11 kriteria yang ditawarkan ICW untuk calon pimpinan KPK:

1. Memiliki integritas tidak diragukan. Salah satunya memiliki kekayaan wajar dan tidak punya rekening gendut serta tidak pernah membela kasus korupsi.

2. Memiliki perencanaan strategis. Mereka yang bicara pencegahan mundur saja. KPK sekarang butuh striker yang berani.

3. Investigative mind. KPK membutuhkan calon dengan latar belakang dan semangat penindakan.

4. Imparsial atau tidak memihak. Calon harus memiliki independensi yang tinggi.

5. Punya daya tahan bekerja dalam tekanan dan serangan balik koruptor. Kalau baru sekadar dipanggil polisi saja, tidak patut menjadi pimpinan KPK.

6. Berani mengambil risiko dan bukan safe player. Kita membutuhkan calon yang berani memberantas korupsi.

7. Memprioritaskan pemberantasan korupsi dan pemberantasan mafia di institusi penegak hukum peradilan dan bisnis. Bukan saja pencegahan, tapi berkomitmen dan prioritas memberantas korupsi khususnya di Kepolisian.

8. Ewuh pakewuh. Calon pimpinan KPK harus berani mengambil kasus di Kepolisian dan Kejaksaan tanpa perlu merasa sungkan.

9. Terminimalisir dari konflik kepentingan politik dan bisnis. Mereka yang dekat dengan parpol harus disingkirkan karena ICW menemukan satu orang yang rentan terhadap kepentingan politik.

10. Memiliki sosial kredibilitas dan public trust yang tinggi atau orang-orang yang benar-benar tidak diragukan publik. Kalau orang bermasalah, dan menduduki pimpinan KPK, seminimal mungkin harus disingkirkan.

11. Bukan berasal dari polisi, jaksa dan advokat yang membela kasus korupsi. ICW ingin KPK memimpin di sektor pemberantasan korupsi khususnya keadilan dan hukum.

"Kita tidak ingin dikerdilkan, misalnya KPK menjadi polisi sektor Kuningan, atau kejaksaan negeri kuningan. Kita tidak ingin KPK menjadi macan ompong," kata Febri.

(nik/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini