"Masih bisa dilalui, tapi pelan-pelan tidak bisa cepat seperti biasanya," kata Kahumas Daops I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Kamis (5/8/2010).
Mateta menjelaskan, kecepatan kereta ketika melewati lokasi rel patah itu hanya 5 km/jam. Padahal normalnya rute itu bisa ditempuh dengan kecepatan 40-60 km/jam.
"Relnya kita las, jadi masih bisa dilalui. Tapi memang ada keterlambatan, karena keretanya harus antre di lokasi itu," katanya.
(nal/fay)











































