"Saya sangat mendukung wacana ini. Saya mendukung ide yang mengarah pada pemerataan pembangunan di Bali," kata anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih asal Buleleng, Bali, ini kepada detikcom, Kamis (5/8/2010).
Sumarjaya yang akrab dipanggil Demer ini menilai usulan memindahkan ibukota di Bali bukan hal yang aneh. Sebab, jika membicarakan pemerataan pembangunan, maka Buleleng yang terletak di Bali utara harus mendapat prioritas dalam rencana pembangunan.
Ia pun menilai seorang pemimpin gagal memimpin Bali jika tidak mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antara Bali selatan dan Bali utara. "Ini akan menjadi dosa sejarah jika gagal mewujudkan impian itu," katanya.
Demer menegaskan bahwa pembangunan di Bali harus mulai mengarah ke Bali utara dan timur. Jika tidak dilaksanakan maka suatu saat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali selatan akan terganggu.
Untuk itu, menurut Demer, infrastruktur pembangunan jalan ke Bali Utara harus dibangun. Sehingga, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali utara.
(gds/nrl)











































