Â
Demikian tegas Presiden SBY dalam pengantarnya membuka Rapat Kerja III Presiden-Menteri-Gubernur. Rapat berlangsung di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8/2010).
Â
"Beri juga sanksi kepada pelaku, siapa tahu kandidatnya juga terlibat dalam aksi pengerusakan. Ini tidak baik, lagi-lagi rakyat yang menjadi korban," ujar SBY.
Â
Presiden sangat prihatin terhadap masih terus berlangsungnya aksi-aksi anarkisme di beberapa pemilu kada. Terutama terhadap tindak agitasi dan provokasi oleh sekelompok orang kepada masyarakat setempat sehingga berujung terjadinya kekerasan dan rusaknya hasil pembangunan.
Â
Fenomena demikian sangata memprihatinkan karena merupakan langkah mundur bagi demokrasi yang sedang dibangun di Indonesia. Padahal dua kali pemilu dan pilpres berlangsung aman dan bebas dari tindak-tindak anarkisme.
Â
"Kalau itu pilkada kabupaten/kota, saya minta kepada gubernur dan aparat keamanan terkait bersama-sama melakukan pencegahan terhadap kemungkinan kekerasan," tegas SBY.
(lh/nrl)











































