"Sebagai partai yang memperjuangkan hati nurani rakyat, sejauh ini tidak menerima dan tidak mendukung usulan itu. Namun, begitu usulan itu masih terus kita kaji," kata Ketua DPP Hanura, Yuddy Chrisnandi, kepada detikcom, Kamis (5/8/2010).
Yuddy juga menambahkan, jika memang usulan itu akhirnya lolos, maka Hanura siap mengembalikan uang sebesar Rp 209 miliar per tahun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, sebagai wakil rakyat harusnya anggota dewan mengusung ide yang sesuai dengan kebutuhan rakyat dari pada membuat sesuatu yang keefektifannya belum tentu terjamin. Selain anggarannya terlalu besar, saat ini cukup banyak masalah di tengah masyarakat yang belum terselesaikan dengan baik.
"Salah satunya masalah tabung gas itu. Usulan ini hanya membuat masyarakat jengkel," ujar mantan politisi Partai Golkar.
Menurut Yuddy, tidak ada salahnya jika kantor partai yang ada di daerah difungsikan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Aspirasi itu nantinya akan disampaikan ke tingkat pusat.
"Lebih baik proses yang ada selama ini dijalankan semestinya. Misalnya dengan memanfaatkan saat reses, kan, ada kantor DPD dan DPC partai yang bisa menampung. Dan jika ada masalah dengan yang bersangkutan, pastinya akan disampaikan ke tingkat pusat," jelas dia.
Yuddy yakin, usulan soal rumah aspirasi ini hanyalah isu turunan setelah dana aspirasi digulirkan. Isu itu akan redup dengan sendirinya.
(lia/irw)











































