Kisruh antar penyelenggara jasa taksi di Bali awal tahun ini rupanya membuat kekhawatiran bagi Australia. Mereka mengimbau agar warganya lebih berhati-hati saat menikmati liburan di Pulau Dewata.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengatakan, kisruh antar taksi lokal dengan Blue Bird yang berbasis di Jakarta telah berubah menjadi kerusuhan. Meski tidak menargetkan penumpang, namun kerusahan itu bisa membahayakan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DFAT menambahkah, "Jika Anda terjebak dalam pertikaian antara sopir taksi, Anda harus berusaha untuk meninggalkan taksi itu dan segera meninggalkan lokasi untuk menuju tempat aman."
Tak tanya terkait taksi, DFAT juga meminta turis asal Australia untuk menghindari kontak dengan anjing, kucing, dan kera selama berada di Bali. Hal itu akibat adanya ancaman penyakit rabies yang berkelanjutan di Bali.
Imbauan tersebut juga berlaku untuk wisawatan yang akan melancong ke Nias.
Secara keseluruhan, DFAT mengingatkan agar mempertimbangkan kembali keinginan untuk melakukan perjalanan ke Indonesia. Serangan teroris lanjutan di Indonesia masih ada baik di Bali maupun Jakarta.
"Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda merasa nyaman bepergian ke Indonesia mengetahui ada ancaman yang sangat tinggi dari terorisme dan Anda mungkin terjebak dalam serangan teroris?" kata DFAT. (irw/lia)










































