"Saya anggap murni berada dalam ranah yang terpisah dari ranah bisnis," terang Sjamsoe'oed.
Sjamsoe'oed mengatakan itu dalam pernyataan tertulisnya yang dibacakan panitia ramah tamah Bakrie Award di Wisma Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2010).
Menurut Sjamsoe'oed, penghargaan ini dianggapnya sebagai pelecut agar terus dapat mengembangkan ilmu dan teknologi benih di Indonesia. Sjamsoe'oed tidak sependapat jika menerima penghargaan ini dianggap sebagai memberi sedekah.
"Jangan sampai ada pemahaman seperti yang menerima selalu berada di bawahnya yang memberi," tulis Sjamsoe'oed.
"Apalagi ditambahkan kata-kata 'yang memberi berlumpur' seperti yang dikemukakan Daoed Joesoef," tambah Sjamsoe'oed.
Seperti yang diketahui, Daoed yang diganjar award bidang pemikiran sosial serta Sitor Situmorang dalam bidang Kesusastraan, menolak penghargaan ini. Mereka berdua pun tidak datang dalam acara ramah tamah yang dihadiri oleh Abrizal Bakrie.
(mok/irw)











































