"Sebelum diberlakukan sterilisasi, jumlahnya masih sedikit, tapi sekarang, itu meningkat. Itu terjadi karena ada peningkatan kecepatan laju bus yang sebelumnya hanya 20 Km per jam kini jadi 50 Km per jam," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono kepada wartawan di Balikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2010).
Udar memaparkan di Koridor I (Blok M-Kota), jumlah penumpang pada hari ketiga ini mencapai 77.136 orang dari rat-rata sebelum disterilkan hanya 69.578 orang. Dengan demikian, ada peningkatan hingga 10,86 persen selama sterilisasi diberlakukan di jalur yang menghubungkan Blok M-Kota tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga terjadi di Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas), kenaikan terjadi hingga 14,25 persen. Penumpang yang sebelumnya 24.410 orang menjadi 27.402 orang, di koridor yang melayani rute Ragunan-Dukuh Atas tersebut.
"Dengan sterilnya busway ternyata banyak masyarakat yang kembali beralih ke TransJ. Kita harapkan kenaikan semakin meningkat sehingga kemacetan bisa sedikit berkurang dari Ibu Kota ini," tutupnya.
(her/irw)











































