"Jadi saya sebagai kepala Satgas ingin menyatakan bahwa semua berjalan seperti biasa-biasa saja. Tetap ada rapat-rapat dan tidak ada persoalan," kata Kuntoro saat dicegat wartawan di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2010).
Kuntoro mengaku juga bertanya-tanya dari mana isu tidak sedap itu muncul. "Saya berada di pusat kisaran. Jadi buat saya, saya juga ingin bertanya," kata dia.
Mengenai perbedaan pendapat antar anak buahnya, menurut Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) ini, adalah hal yang biasa. Silang pendapat itu terjadi karena Satgas menangani kasus-kasus yang sulit.
"Kalau kita bicara mengenai perbedaan pendapat, sejak mulai (satgas) sudah ada perbedaan pendapat, karena yang kita tangani bukan kasus yang mudah. Jadi ini mesti dilihat dalam konteks yang biasa-biasa saja," imbaunya.
Ditanya apakah ia sudah menanyakan kabar adanya selisih paham itu kepada masing-masing anggota Satgas, Kuntoro menjawab hal itu tidak perlu. "Buat apa mengecek, kita kerja biasa, ya," cetus mantan Ketua BRR Aceh-Nias ini.
Isu perpecahan di Satgas muncul karena perbedaan pandangan antara anggota Satgas Irjen Herman Effendi dengan Denny Indrayana. Kabar yang beredar, isu itu terkait dengan laporan triwulanan Satgas kepada Presiden. Herman disebut-sebut keberatan dengan masuknya mafia hukum di institusinya dalam laporan itu. Bahkan dikabarkan Herman telah melayangkan surat pengunduran diri dari Satgas yang dibentuk tahun 2010 ini.
(anw/irw)











































