Polisi Imbau Keberadaan Ormas Dievaluasi

Polisi Imbau Keberadaan Ormas Dievaluasi

- detikNews
Rabu, 04 Agu 2010 17:03 WIB
Jakarta - Organisasi Masyarakat (Ormas) sedianya didirikan untuk hal positif dalam lingkungan kelompok masyarakatnya itu sendiri. Namun seringkali, ormas justru memberikan dampak negatif seperti bentrokan atau aksi anarkisme. Polisi imbau agar ormas dievaluasi.

Seperti bentrokan ormas di Rempoa, Sabtu (31/7) malam lalu. Akibat persoalan sepele yang mengatasnamakan kepentingan satu ormas, bisa berubah menjadi radikalisme.

Sejumlah orang menjadi korban dalam bentrokan tersebut. Terkait hal itu, Polda Metro Jaya mengimbau agar keberadaan ormas dievaluasi kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang sebaiknya dievaluasi dan diberikan pembinaan terhadap ormas-ormas," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/8/2010).

Polisi khawatir, kebrutalan ormas dalam menyelesaikan permasalahan di antara mereka membahayakan warga lainnya. "Jangan sampai ada penelantaran warga," katanya.

Begitu pula dengan aksi sweeping yang diinisiasi oleh ormas tertentu. Polisi tidak membenarkan hal itu.

"Sweeping-sweeping itu tidak dibenarkan. Yang boleh melakukan sweeping itu aparat penegak hukum," kata Boy.

Polisi sendiri sudah berkali-kali mengimbau ormas untuk tidak melakukan sweeping, terutama pada saat pelaksanaan ibadah puasa.

"Kita sudah imbau kepada ormas-ormas tersebut untuk tidak melakukan sweeping. Tanggal 9 Agustus juga kita akan bicarakan lagi," katanya.

Namun, bisakah ormas menahan diri untuk tidak melakukan aksi sweeping pada bulan Ramadan? "Kita lihat saja nanti. Kalau ada yang melakukan sweeping dan melanggar ketentuan hukum, akan kita tindak tegas," tegasnya.

(mei/fay)


Berita Terkait