"Kita sedang melihat-lihat sistem mana yang paling memungkinkan. Apakah akan menggunakan sistem kartu akses atau finger print," ujar Sekjen DPR Nining Indra Saleh kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/8/2010).
Nining menyampaikan, sistem yang diterapkan di Kesetjenan DPR saat ini adalah sistem absen kartu akses. Nining mengaku pernah mencoba sistem absen finger print namun masih banyak permasalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu dalam waktu dekat, Nining akan menyampaikan masukan hasil kajian Setjen DPR kepada pimpinan DPR. Kalau ternyata DPR tetap menginginkan diterapkan sistem absen sidik jari, Setjen DPR pun akan segera mengurus pengadaannya.
"Kami sekarang sedang penjajakan beberapa model. Mudah-mudahan sebelum pembukaan sidang bisa kita paparkan sebelum beranjak ke pengadaan. Yang jelas akan ada alat elektronik yang dipasang disana," terangnya.
(van/fay)











































